6 WASIAT SAIDINA UMAR
6 WASIAT SAIDINA UMAR :
1. Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau mahu mencacinya, maka cacilah dirimu. Kerana, celamu lebih banyak darinya.
2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah dahulu perutmu. Kerana, tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah ALLAH s.w.t.! Kerana, tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain DIA.
4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab, andaikata engkau meninggalkannya, bererti engkau terpuji.
5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Kerana, jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi penuh penyesalan.
6. Bilamana engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah Akhirat. Kerana, engkau tak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.
Friday, 26 October 2012
peringatan buat diriku yang lalai...
Sollu 'alan Nabi.
Bersyukurlah kepada Tuhanmu yang telah memberikan segala-galanya buatmu. Ternyata apa yang diberikan-Nya adalah yang terbaik. Usah menggunakan fikiranmu yanng dangkal dan terbatas dalam menerima ketentuan Tuhan. Gunakanlah mata hati yang jernih, akan tersingkap hikmah yang besar hingga tak terungkapkan. Bersyukur, bersyukur, bersyukur. Teladani Rasulullah yang tetap memuji Allah dalam keadaan senang atau susah, dan lihatlah kepada orang yang lebih susah darimu. Baginda juga menyatakan, urusan seorang Mukmin itu baik semuanya, apabila diberi nikmat, dia bersyukur, dan apabila diberi musibah dia bersabar. Seorang yang mengaku beriman kepada Allah itu sepatutnya tenang dalam apa jua keadaan. Bukan hal luaran yang dipandangnya, tetapi dia memandang terus kepada Allah, Tuhan yang Maha Berkehendak, Maha Mengatur, Maha Berkuasa ke atas segala sesuatu.. Beriman itu mesti lengkap kepada keenam-enam perkara..iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhirat dan yang selalu manusia sukar untuk mengimani, iaitu qadha' dan qadar..jika jiwamu masih memberontak dengan keputusan Allah, jika kamu masih bertanya, "Ya Allah, kenapa Kau buat aku macam ni..??"..maka kamu harus risau dengan keadaan imanmu..
Ternyata solusi yang diberi oleh para Nabi dan Rasul adalah kuncinya..sabar, syukur, redha, yakin, tawakkal, pasrah, berserah diri kepada Allah..adalah lebih indah dari dunia dan seisinya..
wallahu a'lam..
DARI ALLAH, KEPADA ALLAH, DENGAN ALLAH, KERANA ALLAH...
Monday, 15 October 2012
With You
Sollu 'alan Nabi.
Walking in this strange world,
nothing attracts me.
Being in myself,
I realise, I have no self.
Watching the other,
none of them are true.
But, with YOU,
I have everything and my everything is YOU.
Lord, YOU are my all...:')
~teluki~
Friday, 12 October 2012
sajak sang rumi
Sollu 'alan Nabi.
Come, Come, Whoever You Are
It doesn't matter.
Ours is not a caravan of despair.
Come, even if you have broken your vow
a thousand times
Come, yet again, come, come.
Any Soul That Drank the Nectar
From that water of life he is in a state of elation.
Death came, smelled me, and sensed your fragrance instead.
From then on, death lost all hope of me.
Be With Those Who Help Your Being
Don't sit with indifferent people, whose breath
comes cold out of their mouths.
Not these visible forms, your work is deeper.
A chunk of dirt thrown in the air breaks to pieces.
If you don't try to fly,
and so break yourself apart,
you will be broken open by death,
when it's too late for all you could become.
Leaves get yellow. The tree puts out fresh roots
and makes them green.
Why are you so content with a love that turns you yellow?
Monday, 8 October 2012
jadilah yang indah tapi tersembunyi
Sollu 'alan Nabi.
Wahai wanita yang bergelar Muslimah,
Hati-hati dengan gambar yang kita pamerkan di laman sosial..
dengan penampilan kita di hadapan khayalak..
Fitnah yang diterbitkan wanita adalah sangat hebat..telah berapa ramai orang lelaki yang kecundang dalam perjalanan..
janganlah kita yang memulakan fitnah itu..
meruntuhkan nilai agama sendiri dan orang lain..
bantulah diri kita dan orang lain untuk menjadi 'yang menundukkan pandangan dan menjaga kehormatannya..'
yang patuh kepada Tuhannya dan tidak rela mengikuti kehendak nafsu dan manusia..
Latihlah diri supaya mencari redha Allah..
bukannya redha, perhatian, pujian dan penghargaan manusia.
Alangkah ironinya..
Bidadari syurga itu lebih cantik dari seluruh manusia, suaranya teramat merdu dan wanginya semerbak..
namun betapa dirinya amat terjaga, tidak menayangkan keindahannya; kerana indah itu hanya untuk yang teristimewa (suami di syurga), tersembunyi, tidak pernah dilihat atau disentuh oleh sesiapa...
Itulah yang menjadikannya istimewa..ibarat mutiara yang tersimpan rapi..
Cukuplah kemuliaan kita dengan Islam..
Cukuplah kecantikan kita ditatap oleh insan yang halal..
Cukuplah redha Allah..
Soal pada diri..kerana apa..kerana apa aku lakukan dan untuk apa..kerana Allah atau manusia?
Jika kerana selain Allah, maka tinggalkanlah..
kerana sesungguhnya perkara itu sia-sia dan mengundang dosa..
Cukuplah segala kesalahan lalu..
Ayuh..tempuhlah jalan taubat dan menjadi 'bidadari' dunia..
yang indah, tapi tersembunyi.. :)
Sunday, 16 September 2012
Pesanan Syaikh Ahmad Yassin
Sollu 'alan Nabi.
Saturday, 15 September 2012
Wudhuk Muslimah
Sollu 'alan Nabi.
Disusun oleh: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar
Ketiga, basuhlah kedua telapak tanganmu 3 kali.
Kalau anggota wudhu lainnya dianjurkan dibasuh sampai tiga kali, maka bagian ini hanya satu kali usapan (walaupun terkadang kita disarankan mengusapnya 3 kali). Bagian kepala yang dimaksud adalah seluruh rambut kita dan telinga kita. Praktek yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah membasahi kedua telapak tangan dengan air, kemudian mengusap mulai dari kepala bagian depan, diusap sampai ke belakang, kemudian dibalikkan lagi usapan itu ke depan dan langsung dilanjutkan mengusap telinga dengan cara memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga sedangkan ibu jari mengusap daun telinga bagian luar. Bingung? Coba lihat gambar di bawah. Insya Allah mudah.
Membasuh kaki secara sempurna adalah dengan cara membasuh ujung-ujung jari kaki sampai mata kaki, mencuci mata kaki dan membersihkan sela-sela jari kaki. Setelah selesai membasuh kaki kanan, maka dilanjutkan dengan kaki kiri dengan cara yang sama.
- Al Wajiz. Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi. Pustaka As-Sunnah. Cet. 2
- Thaharah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf. Media Hidayah. Cet 1 2004
- Catatan Kajian Al Wajiz bersama Ustadz Muslam 15 Maret 2004
Friday, 14 September 2012
Menjentik Kesedaran Jihad Fi Sabilillah!
Sollu 'alan Nabi.
Alhamdulillah. Pertemuan dengan blog Ar-Rahmah yang menampilkan isu-isu Islam sedunia sedikit sebanyak telah membuka minda dan hati yang lalai ini..Baru tersedar, sedang kita sibuk dengan aktiviti dunia, atau membuang masa dengan hal-hal lagha, atau sedang asyik menikmati makanan yang lazat, di sana..ada segolongan mujahid dan mujahidah yang bertungkus lumus mempertahankan Islam..Impian mereka hanya satu..syahid di jalan Allah..terasa malu dengan diri yang yang sibuk dengan hal remeh-temeh..sepatutnya kita meneladani semangat dan keimanan hamba-hamba Allah yang bertuah ini..mereka diuji dengan penderitaan, namun bangkit demi agama Islam yang mulia, dan menggapai tempat istimewa di sisi Allah yakni syurga.....
klik sini untuk kisah mujahidah yang mampu mengalirkan air mata...
Dariku Untukmu Ukhti Mukminah : Nasehat Ummu Muhammad, Istri As Syahid (Insya Allah) DR. Abdullah Azzam Buat Muslimah Mujahidah
Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam.
Ummu Muhammad 'Azzam.
Surat dari Garis Depan; Suara Hati Tokoh Perlawanan.

